Sabtu, 14 Juli 2012

Ketika Mahasiswa Islam Jauh dari Tuntunan Agama



Satu hal paling urgen yang seringkali dilalaikan oleh banyak manusia adalah tentang hakikat dirinya sebagai seorang hamba Allah Swt.. Manusia acap kali mengabaikan atau bahkan sengaja melupakannya. Dan dari akar masalah inilah timbul berbagai tindakan dosa, maksiat, kejahatan, dan kerusakan dalam kehidupan.

Kamis, 05 Juli 2012

Mengasah Kebiasaan Menulis ADK


"Bagaimana meningkatkan kemampuan menulis bagi ADK ?
 adakah tips-tips sederhana yang bisa diterapkan ?"

Membaca dan Menulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam Dakwah kita, dua kemampuan inilah yang membuat kita bisa menikmati Al Quran (dalam bentuk tulisan buku), memahami dengan seksama Hadits Shohih dari para Imam Besar dan Kitab-kitab Islam dari para pemikir Islam di masa lalu. Karena kemampuan mereka dalam menulislah, sejarah Islam terus berkembang dan tak surut di telan waktu. Dari tulisan lah kita pula dapat memahami bagaimana sejarah Islam dan Dunia, dan dari tulisanlah kita akan merekayasa sejarah di masa depan.

Memimpin, Melayani dan Mencintai


Bagaimanakah sifat atau karakter yang perlu kita miliki ketika dipercaya pada sebuah posisi tertentu ?
“Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnya, akan tetapi Anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya”

Selasa, 03 Juli 2012

Air Mata Saya Menetes di Rumah Dr Hidayat Nur Wahid

pkspanmas.com | Bismilaahhir Rahmaanir Rahiim,
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam acara buka bersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah dinasnya, kompleks Widya Chandra dengan beberapa ikhwah. Ketika saya masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati saya bergumam sendiri: Alangkah sederhananya isi rumah ini.
Saya melihat lagi dengan teliti, meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding. SubhanaLLAH, lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun. Ketika saya masuk ke rumah tsb saya memandang ke sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan & Menpera) serta anggota DPR-RI, serta pejabat-pejabat lainnya.
Lagi-lagi saya bergumam: Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yang dipakai teman-teman pejabat yangg lain disana). Ternyata beliau masih ustadz Hidayat yg saya kenal dulu, yang membimbing tesis S2 saya dengan judul: Islam & Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS Tarogong Garut). Terkenang kembali saat-saat masa bimbingan penulisan tesis tersebut, dimana saya pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai Presiden PKS, dan saya 10 orang tamu yang menunggu ingin bertemu.
Saya kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau masih menyapa saya dengan senyum : MAA MAADZA MASAA’ILU YA NABIIL? Lalu saya pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yang makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma dan air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus banyak tokoh yg berdatangan, ba’da isya & tarawih kami semua menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam & luar negeri yang ingin wawancara.
Tidak terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana dibandingkan dengan beliau, saya masih punya kesempatan bercanda dengan keluarga, membaca kitab dsb, sementara beliau benar-benar sudah kehilangan privasi sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian kesabarannya untuk terus konsisten dalam kebenaran dan membela rakyat. Tidaklah yang disebut istiqamah itu orang yang bisa istiqamah dalam keadaan di tengah-tengah berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yang lemah ini.
Adapun yang disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten di tengah berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan yang amat jahat dan menipu. Ketika keluar dari rumah beliau saya melihat beberapa rumah diseberang yang mewah bagaikan hotel dengan asesori lampu-lampu jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pada supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar. Dalam hati saya berkata: AlhamduliLLAH bukan menteri PKS. Saat pulang saya menyempatkan bertanya pada ustadz Hidayat: Ustadz, apakah nomor HP antum masih yang dulu?
Jawab beliau: Benar ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yang masuk tiap hari ratusan ke saya. Kembali airmata saya menetes. alangkah beratnya cobaan beliau & khidmah beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yang bersabda bahwa orang pertama yang dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yang Adil. Sambil berjalan pulang saya berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yang adil dan dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dalam memimpin negara ini. Aaamiin ya RABB.
Penulis: Ust Nabil Almusawa

Sumber : http://www.jalanpanjang.web.id/2009/09/air-mata-saya-menetes-di-rumah-dr.html

Ada DuKa di Kuta Malaka bagian 3

"Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah"

Jam12.20 Hari semakin terik, usai insiden yang menegangkan melihat akhwat yang terjatuh dari kretanya membuat ia tidak mengurungkan niatnya untuk ke atas, segera ia mengumpulkan tenaga untuk bergegas ke atas, geleng-geleng kepala ane (takjub benerr). Segera ane dan akh ikhwan turun ke bawah menuju sungai ke 6, persiapan dzuhur yang sudah masuk waktunya. Akh budi sudah stand by disana juga menunggu kedatangan kami di dekat sungai. Disana ane , akh ikhwan dan akh budi mendapat kabar kalau konsumsi sudah dalam perjalanan. Tapi kami putuskan untuk menjemput logistik usai dzuhur berjamaah, hmm dengan perlenkapan sederhana kami mendirikan shalat dengan membentangkan pelampung orange sebagai sajadah, menginjak rerumputan sebagai alas dibawah teriknya siang tepat di pinggir jalan utama tempat para trainer memakirkan kendaraannya. Usai shalat kami member kesempatan untuk akhwat shalat sambil bergegas berangkat untuk menjemput logistik.

Jam 12.45 Ane dan akh budi berangkat bareng sambil disusul akh ikhwan dibelakang, kemampuan akh budi mengenderai kreta Jupiter MX memang tidak diragukan lagi, beberapa kali ane mencoba mengigatkan untuk tidak berlebihan memacu kreta, apalagi kondisi jalan yang tidak baik, ane sebagai penumpang hanya bisa was-was dibelakang, sepandai-pandai tupai melompat pasti akhirnya jatuh juga, begitulah ungkapan yang tepat mengambarkan aksi jiwa muda akh budi, naas kreta kami pun jatuh terjerembab dalam lubang yang mengangga di tikungan dekat perkebuanan buah naga, hmm dasar anak muda, lecet sikit tak jadi masalah, tapi yang jadi masalah bakalan dimarahin sama empunya kreta kalau kreta tsb lecet. Akh ikhwan pun tersenyum melihat insiden tersebut, hehehe (let’s go, perjalanan dilanjutkan)

Jam 12.55 Kami berpapasan dengan rombongan pengantar logistik, karena bisa di tanggani sama panitia untuk mengantar ke TKP, langsung ane sms akhwatnya untuk menyimpan nasi, air dan kuah untuk kami bertiga. Lanjut perjalanan kami pun berubah , sekarang cari air dan bensin buat kreta Jupiter MX yang sekarat di dekat jalan Banda Aceh- Medan.

13.15 Akhirnya kami tiba disalah satu warung kopi dekat pasar samahani, nyantai sebentar sambil cari minuman dingin, tapi kebahagian tersebut berubah tak kala akh budi n akh ikhwan ketinggalan dompet, semua mata tertuju ke ane, iyalah dari pada 2 sohib ini jadi sandera di sumur belakang warkop,ada  sms masuk ke layar hp ane dari trainer akhwat minta beli aqua sedang 2 botol , saatnya bergegas meninggalkan warkop , mencari toko terdekat membeli logistik sekalian isi minyak tanpa ada firasat buruk akan terjadi sesuatu saat akan kembali ke TKP.

14.00 Dalam perjalanan kembali ke pos tempat trainer dan peserta akwat, ane melihat dari kejauhan kalau di atas bukit sudah berkumpul awan hitam pekat mengeluarkan titik-titik air yang jatuh membasahi hutan kuta malaka, sekilas posisinya tepat diatas area air terjun kuta malaka, waktu terus berjalan, akh budi terus memacu Jupiter MX yang knalpotnya keropos berkarat dibagian lehernya, sambil mengeluarkan uap panas yang mengenai ujung kaki ane, sampai di area perkebunan buah naga , akh ikhwan terus berjalan lurus, tapi ane kira akh ikhwan kesasar, padahal ane dengan akh budi sedang yang berjalan di rute sungai 6 sampai 9 merupakan lajur yang jauh.
14.15 Akhirnya ane dan akh budi sampai juga di dekat sungai ke 6, tapi ane spontan terkejut tas ikhwannya uda pada raib, ternyata uda diamankan sama akhwatnya usai mereka shalat dzuhur tadi, ya ane segera bergegas ke tempat akhwatnya untuk menyerahkan pesanan air mineral sekalian ngambil makan siang buat trainer ikhwannya, nasib kurang mujur menimpa trainer ikhwannya, terpaksa makan siang tanpa kuah dan air, untunglah salah satu trainer akhwatnya ngasi satu botol air mineral ukuran sedang, jadinya 3 in 1 alias 3 ikhwan minum 1 botol (^_^!).
Sambil membawa nasi dan air , ane kembali ke sungai ke 6, disana mencari posisi nyantai di atas bebatuan bersama akh budi n akh ikhwan, isi nasi bungkus lumayan banyak menjadi tantangan buat ikhwannya yang uda gabung ke GAM (Gerakan Anti Mubazir).

14.30 Bau khas masakan aceh rayeuk yang tak pernah ane jumpai di warung nasi di Darussalam menambah semangat melahapnya, tapi akh budi  K.O tak sanggup mengahbiskan lagi, lain halnya dengan akh ikhwan yang terpaksa harus ganti ikan dengan ane karena alergi sama ikan laut, wong akh ikhwan orang dataran tinggi (Gayo). Ditengah kekhusuyukan kami menikmati makan siang, tiba-tiba di tempat akhwat muncul suara aneh dari dalam hutan, sontak mereka menelpon kami untuk bantu evakuasi barang, dan ternyata anak mudanya akh budi yang terpanggil alias yang mengangkat panggilan dari HPnya, wah parah juga  ane sama akh ikhwan yang mengabaikan tanda panggilan karna saking khusyuknya makan siang.

15.00 Angin kencang disertai awan kelam mulai tampak menandakan akan turunnya hujan di Kuta Malaka, segera ane memberi tau akh budi untuk segera mengevakuasi para peserta yang masih berada di lokasi air terjun. Petir pun mengelegar menambah suasana semakin mencekam, apalagi ane teringat berita Koran serambi kalau sehari sebelumnya ada petani yang meninggal tersambar petir di Seulimum,

15.05 Hujan pun turun, segera evakuasi pun dilakukan tanpa banyak basa basi segera trainer ikhwannya mengamankan peralatan out bond dan perlengkan lainya, trainer dan peserta akhwat yang sakit segera diputuskan untuk dibawa ke jambo dekat sungai ke 4 setelah pagar perbatasan kebun buah naga.

15.20 Peserta daurah dalam jumlah yang banyak mulai kembali ke komplek buah naga, tampak ada yang memakai spanduk untuk melindugi dari derasnya air hujan, disusul rombongan yang lain masih tertatih-tatih berjalan lambat, suara petir dan kilat membahana dari arah pengunungan, sempat khawatir akan tersambar petir, usai seluruh peserta dan trainer akhwat gelombang ke dua yang turun dari arah air terjun barulah ane menyusul dari belakang menuju jambo penjaga kebun buah naga.

15.40 usai sampai di jambo tersebut segera ane memberitahukan kepada koordinator akhwat ada peserta yang sakit untuk segera ditangani, tanda- tanda hujan akan berhenti pun mulai tampak walaupun para trainer dan peserta  sudah basah kuyup semuanya, sesekali memperhatikan gunung yang diselimuti padang rumput, berjejer berdiri tengap membentengi kebun buah naga, nah disinilah candaan akh sanusi pun keluar, mulailah ia berkhayal membuat flying fox dan game benteng  Takeshi… (^___^!).

16.15 Dari kejauhan air sungai pun sudah berwarna kuning kecoklatan dan meluap membawa air bah dari air terjun kuta malaka, Para trainer, pengurus dan peserta ikhwan bersiap mengambil wudhuk untuk mendirikan shalat ashar ditengah rintik-rintik air hujan walaupun beratapkan langit beralaskan spanduk seadanya. Usai shalat rombongan ikhwannya dilanjutkan gelombang kedua rombongan akhwatnya.

16.30 para peserta di evakuasi kembali ke jambo dekat pagar perbatasan kebun buah naga, mengingat truk agak susah memasuki areal buah naga akibat sungai sudah meluap sebatas lutut orang dewasa.

17.00 Truk yang dinanti pun tiba, tapi baru ada satu, menurut supirnya truk tersebut ngak bisa jalan satu rombongan khawatir ada yang nyangkut dalam sungai,sambil menunggu truk yang lain, ane ngobrol dulu sama peserta ikhwanya, akhirnya dapat juga berjumpa sama ketua musala SMUN4 Banda Aceh, wah jadi nostalgia perjuangan Rohis FKRM jaman ane, tak lama berselang datang 2 truk lainnya, sontak para peserta berebutan naik, tapi khusus truk peserta ikhwan terlebih dulu evakuasi motor matik AA win ariga yang bocor ban ke dalam bak truck, usai semua beres segera ane meninggalkan tkp lebih dulu mengingat jalur yang dilalui akan rusak akibat jejak ban truck. (bersambung kebagian 4)

belum baca bagian 1 dan 2 silahkan klik link dibawah ini :



Senin, 14 Mei 2012

Ada DuKa* di Kuta Malaka, bagian 2


 Catatan Perjalanan Trainer Daurah Kapmi Banda Aceh 2012
oleh : Afriandi C, SP



Jam 10.15 Tim trainer DuKa (Daurah Kapmi) tiba di lokasi air terjun kuta malaka, suara air terjun memecah keheningan hutan rimba yang masih asri, kesejukan air terjun yang mengalir dari bebatuan memancing rasa penasaran ane yang sama sekali masih awam dengan tempat ini. Bagaimana dengan air terjun tingkat 2 diatas sana, tapi ane menunggu rekan2 trainer ikhwan lainnya untuk mendaki bersama. Ada pamflet salah satu mapala unsyiah yang terpampang di sebuah pohon yang berisi menjaga kelestarian tempat tersebut dari tangan2 jahil manusia. Tampaknya semangat trainer ikhwan ke atas menjalara ke salah satu trainer akhwat yang ingin menaiki air terjun tingkat 2, tapi dengan faktor keamanan tidak ana izinkan untuk keatas, ya siapa ya bisa menjamin jika sesuatu terjadi diatas, apalagi menurut info yang ane dapat dari mukhlas peserta dalam perjalanan menuju TKP, sekitar 3 truk yang berisi 100an peserta dari pelajar banda aceh dan aceh besar siap menguji tantangan outbond yang telah diskedulkan oleh panitia.

Jam 10.17 ane dan trainer lainnya memutuskan untuk melanjutkan ke air terjun tingkat 3, tanpa komando,  akh budi langsung nyebur ke kolam (kayaknya lepas beban gara2 batal ikut ujian midtem dikampus, padahal uda janji ma ane jam 10 mau cabut ke kampus, tapi setelah liat jauhnya perjalanan langsung pikir2 kembali), akh ikhwan dan mukhlas ngak mau ketinggalan nyebur juga ke kolam, tinggal lah ane ma akh sanusi yang belum, tapi liat mereka berenang bikin iri juga, uda jauh2 kemari sayang kan kalau ngak dimanfaatin juga, dan akhirnya ane terpengaruh bisikan untuk nyemplung, blurr…cebar-cebur, ketawa hahahihi di momen terbaik, muncul niat kami untuk menjebak akh sanusi ceburin ke kolam tapi mas bro ini lihai juga, alhasil lolos juga dari supertrap kami. Puas bermain air di kolam air terjun tingkat 3 saatnya kembali kebawah, muka2 trainer ikhwan pada senyam-senyum sendiri setelah baca pesan yang masuk di layar HP ane dari trainer akhwat. “ Enak kali kayaknya di atas situ ya. Lama kali kok?” , uda ditegur tuh, saat nya turun. Pas lagi mau turun rombongan ibu2 trainer malah lagi asyik jepret sana, jepret sini di kolam tingkat 1. -__-!

Jam 10.30 perjalanan panjang keluar dari lokasi air terjun kembali ke titik peristirahatan di jambo, segera dikumpulkan kembali para trainer ikhwan dan akhwat untuk diberi arahan mengenai  out bond yang akan dilaksanakan, jumlah panitia dan peserta yang mengikuti agenda tersebut,arahan langsung dikomandoi oleh akh budi saputra kurang lebih 15 menit, muncul rasa was2 karna waktu hampir jam 11 siang yang berarti ada beberapa agenda outbond yang terbentur jadwal shalat zuhur yang tinggal 1 jam 35 menit lagi.

Jam 10.45 Rapat bubar, Akh sanusi bersama mukhlas bergegas turun menyambut peserta daurah di perkebunan buah naga, menyusul  rombongan trainer akhwat dan komandan budi untuk segara menuju titik pos out bond yang telah direncanakan tadi, tinggal lah ane bersama perlangkan out bond dari belakang.

Jam 11.00 ane sampai juga walau agak terlambat di pemberhentian dekat sungai 6, rencana mau buat game trust fall/volt (afwan ane ngak tau tulisan English@) , sempat diprotes sama trainer akhwat tempat meluncur peserta  tidak aman karena harus melompat dari lereng curam dipinggir jalan, setelah liat kiri-kanan muncul ide untuk memanfaatkan kereta trainer sebagai tumpuan, alhasil mukhlas pun jadi kelinci percobaan, di tempat lain sanusi sedang menuju kembali ke titik pos awal out bond , disini akh budi mulai kalang kabut menyiapkan game berikutnya, ada sih game yang seru dengan memanfaatkan sungai ke 6 sebagai medianya. Perlengkapan lain tali tambang, pelampung dan lainnya masih tergeletak disamping kereta ane, suara riuh peserta mulai terdengar, tampak beberapa bendera Kapmi yang di bawa oleh peserta dan panitia berkibar laksana pasukan siap bertempur menghadapi tantangan out bond, disini muncul info mendadak dari percakapan telepon bahwa out bond di cancel mendadak, peserta yang lumayan ramai ini sepertinya sangat antusias menuju air terjun, panitia tidak tau mau berbuat apa, hanya pasrah menunggu arahan dari trainer dan pembina, para Pembina Kapmi dengan enteng membiarkan para peserta menuju air terjun, dalam kondisi yang kacau ini wajar jika akh budi yang di amanahkan sebagai ketua regu trainer marah besar kepada Pembina kapmi, ane juga menanyakan apakah ada yang menjamin keselamatan diatas jika terjadi sesuatu, jawaban juga kurang memuaskan terkesan melempar tanggung jawab kepada panitia, saling menyalahkan juga mewarnai, mulai dari tukang survey samapai yang Acc ini tempat jadi kawasan out-bond padahal jika ane melihat kondisi syuro di asrama haji memang tidak serius dipersiapkan dengan baik tim panitia oleh Pembina seolah2 mereka sudah punya jam terbang tinggi. Ane jadi teringat ketika Farm di Ldk Al-ihsan, mengapa akhi habib selalu menyuruh ane mengambil bagian di panitia bukan di trainer, karna fungsinya sangat vital, jika miss komunikasi terjadi bisa jadi Farm bakal kacau kayak kejadiaan tersebut.

Jam 12.00 Akh budi yang masih diselimuti kekecewaan mulai mewanti ke ane untuk tidak usah melanjutkan perjalanan ke atas (titik puncak), apalagi setelah beberapa peserta akhwat tumbang dijalan akibat sesak nafas dan kelelahan, reaksi cepat dilakukan oleh trainer akhwat yang sebagian memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan kembali ke atas sambil membuat posko darurat di tepi jalan sekitar 30 meter setelah sungai ke 6, akh budi makin emosi spontan berkata ke ane , “liat apa yang terjadi, anak orang pada tumbang dijalan, kacau kali” dan selanjutanya kata2 mutiara berhamburan memecah aliran sungai ke 6, hufft… tarik nafas dalam (Loe- Gue -eN), semoga ujian ini cepat berlalu. Ada insiden kecil terjadi sama trainer akhwatnya saat mengevakuasi peserta  kedua yang tumbang dijalan, mungkin saking semangat 45 sampai harus terjatuh, sontak para trainer ikhwan bergerak cepat. Trainer akhwat tersebut langsung dicek kondisinya oleh trainer akhwat yang lainnya, kreta pun di evakuasi oleh akh ikhwan ke tempat yang aman. Sesaat keadaan normal kembali, akh ikhwan pun juga bertanya ke ane “kok bisa jadi begini bang?”, hmm.. bab ini panjang sekali untuk dibahas, ya apapun itu jumlah peserta hampir 100 orang adalah fantastis, di kampus acara seperti ini yang di buat LDK paling banyak 70 orang, jadi pengalaman penting untuk bisa mengatur SDM, Waktu dan Biaya agar efektif sesuai kebutuhan.
(bersambung bagian ketiga)

belum baca bagian pertama silahkan klik link dibawah ini :

Rabu, 09 Mei 2012

Ada Duka* di Kuta Malaka bagian 1

Catatan Trainer Daurah Kapmi Banda Aceh 2012.
oleh : Afriandi C,SP


Catatan ini memuat kronologis waktu dan tempat kejadian yang menimpa tim Trainer DuKa (Daurah Kapmi) , insiden kecil dan kegembiraan mewarna perjalanan. semoga menjadi ibrah untuk kedepannya.


Rabu, 18 April 2012 usai subuh berjamaah di mesjid sabilil jannah dekat rumah ane, tidak terlintas firasat buruk akan menimpa hari itu, sesuai janji hasil syuro kemarin siang di mesjid asrama haji, pagi itu para trainer acara daurah kapmi banda aceh berkumpul jam 06.30 di mesjid oman untuk mempersiapkan alat dan lain yang dianggap penting selama out bond di kuta malaka.

Jam 06.25 Akhi Budi Saputra meng sms ane menayakan uda sampe di oman, hmm penyakit molor bakal terjadi. Fakta dilapangan berbicara, keberangkatan ke kuta malaka molor 1 jam untuk menunggu trainer akhwatnya sarapan pagi, selidik punya selidik panpel ngak nyedain makan pagi buat trainer, al hasil akh ikhwan pun kecolongan, beliau tidak ada persiapan tenaga lantaran dikejar waktu untuk ontime di mesjid oman.

Jam 07.30 perjalanan menuju kuta malaka pun dimulai, rombogan trainer ikhwan yang terdiri ane, budi teknik, ikhwan ekonomi beserta junior kami mukhlas dari teknik, (kalo yang akhwat lebih didominasi dari FP unsyiah dan sebagian dari FK n FKIP), menurut info dari pak ketua (akh budi) , akh sanusi uda stand by dengan motornya di bundaran lambaro.

Jam 07.45 ane pimpin rombongan perjalanan dari kawasan lambaro menuju kuta malaka, namun terpaksa ganti ketua rombongan lagi karna kereta ane isi bensin di spbu aneuk galong.

Jam 08.00 rombongan trainer berhenti 50 meter setelah tugu pesawat, membeli sarapan pagi dan logistik  buat trainer ikhwan sambil menunggu rombongan akhwat lainnya yang masih ketinggalan, rupanya disitu ada warung yang jual air mineral merk terkenal lumayan murah, padahal di kota 3000an. (prinsip ekonominya keluar, dengan modal sedikit keuntungan yang didapat harus maksimal).

Jam 08.15 perjalanan dilanjutkan kembali ke kuta malaka, satu-satunya petunjuk memasuki zona tersebut  adanya pamflet bertuliskan PT Kuta Malaka Lemona, jalan diperkampungan tersebut kondisinya tidak terawat, melewati peternakan dan beberapa sungai kecil menjadikan ekspedisi ini terasa berbeda dengan pengalaman menjadi trainer di tempat lain. Tidak ada gambaran apa-apa mengenai lokasi tersebut kecuali hasil rapat kemarin yang melarang trainer membawa motor matik karena kondisi lapangan memang berisko, maka apa yang tidak ane harapakan pun terjadi, akhwatnya pake acara bawa matik segala , alhasil setelah melawati sungai ke lima ( sekitar kawasan perkebunan buah naga) ane dan sanusi yang memang berada diposisi akhir rombongan spontan mencium bau karet terbakar dari motor matik akhwat@, akhwat tersebut panik, tapi sanusi dengan enteng menjawab “ ngak pa2 selagi masih bisa narik lanjutkan terus… sambil keluarin kamera jepret buah naga (parah bercandanya kawan ini). Perjalanan tetap dilanjutkan setelah melewati sungai ke Sembilan (jalur cepat kata si mukhlas) menuju TKP (air terjun kuta malaka) tantangan berat mulai menghadang yaitu melewati track jalan mendaki, ada 4 titik dimana trainer ikhwan turun tangan mengevakuasi kreta akhwat yang terjebak lumpur sebelum sampai di titik pemberhentian.

Jam 09.45 akhirnya kami sampai di tempat pemberhentian berupa jambo, namun kondisinya sangat tidak terawat, 2 lembar daun pintu terbaring di lantai, wc rusak total, hanya tersisa beberapa potongan kayu bakar bekas api unggun, dibalik itu semua diganti sebuah pemandangan indah gunung seulawah berdiri perkasa, tampak dari kejauhan hamparan sawah dengan beberapa titik asap pemabakaran jerami, menoleh ke samping jambo hutan belantara dengan padang rumput menutupi perbukitan di kawasan kuta malaka hmm Subhanallah indahnya rasanya ingin segera bergegas menuju air terjun. Perjalanan dilanjutkan kembali dengan jalan kaki melewati hutan, pemandangan mulai terusik tatkala sampah plastik bertaburan di jalan setapak, kondisi alam yang tidak terjaga dengan baik oleh manusia. Gemericik air mulai terdengar sayup2, seakan perjalanan kami sudah semakin dekat.

(bersambung ke bagian 2)